Waw, Material Batu Koral Proyek Lanjutan Pembangunan Saluran Primer Jalan Baja Kota Tebing Tinggi Yang Telan Pagu 1,4 M Lebih, Terpantau ‘Berbalut’ Tanah

Tebing Tinggi – teropong24jam.com // Waw, proyek lanjutan pembangunan saluran primer Jalan Baja Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebing Tinggi – Sumut, yang menelan pagu Anggaran yang bersumber dari APBD Pemko Tebing Tinggi TA. 2026, sebesar Rp 1.480.418.080,- terpantau menggunakan batu koral ‘berbalut’ tanah.

Hal ini, tertangkap kamera awak media ini pada Senin (21/9/2026) sekira pukul 12.38 WIB, saat melakukan monitoring di proyek ini.

Cukup mengherankan, pasalnya, proyek yang di tangani Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Pemko Tebing Tinggi ini diduga menggunakan bahan material batu koral yang ‘berbalut’ tanah.

Diketahui, campuran pasir semen tentu akan sulit menyatu dengan tanah. Dan bila pun dipaksa untuk digunakan dikhawatirkan kualitasnya akan kurang. Yang akhirnya umur bangunan dan mutu nya akan dipertanyakan.

Namun, dilokasi proyek ini terlihat batu koral yang ‘berbalut’ dengan tanah berwarna coklat menguning yang tertumpuk tepat disamping jembatan yang ada diseputaran lokasi proyek.

Tak hanya itu, disisi lain proyek juga terlihat pasangan bangunan terlihat macam gersang, macam kurang air pada hal ini lokasi saluran air, dan pasangan bangunan dinding yang telah naik terlihat macam kurang semen padahal proyek ini menelan anggaran yang tak sedikit.

Bawah saluran juga belum terlihat di lantai, gundukan tanah masih terlihat di bagian saluran.

Dilokasi juga terlihat para pekerja proyek yang sedang beristirahat namun sepertinya tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Diduga para pekerja proyek memang tidak dilengkapi oleh CV Bulan Abadi sebagai pelaksana kegiatan.

Tak hanya itu, bahan matrial lain juga tampak meluber ke badan jalan, seperti pasir dan batu krikil. Dimana hal ini dikhawatirkan akan mengganggu para pengguna jalan yang melintas, sebab badan jalan semakin sempit. Hal ini diperparah dengan kondisi lokasi letaknya bahan matrial hanya di pasangi plank tanpa ada garis pembatas.

Kondisi ini semakin rawan dimana terlihat dari lokasi tak tampak adanya penerangan jalan. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah kerawanan akan tergelincirnya para pengguna jalan terlebih pemotor. Sebab dikhawatirkan akan mudah terjerembab, licin oleh karna oleng akibat pasir yang meluber hingga ke badan jalan.

Hingga berita ini dirilis ke redaksi, Selasa (22/9/2026), pihak rekan pelaksana proyek belum dapat dikonfirmasi. (MS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *