Eceng Gondok dan Air Bersih Yang Tak Kunjung Hadir di Kuta Simboling

Aceh Singkil-teropong24jam.com


Pascabanjir yang melanda Kecamatan Singkil, penderitaan warga Desa Kuta Simboling belum juga berakhir. Jika sebelumnya masyarakat dihadapkan pada lumpur dan kerusakan infrastruktur, kini persoalan baru muncul: eceng gondok tumbuh liar dan menutupi hampir seluruh perairan desa, Minggu (4/1/2026).

Hamparan tanaman air tersebut tampak jelas dari kejauhan, menyelimuti sungai dan saluran air yang selama ini menjadi sumber utama aktivitas warga.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu fungsi aliran air, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Air yang masih terpaksa digunakan untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari kerap menimbulkan rasa gatal pada kulit.

Eceng gondok yang tak terkendali memperparah situasi pascabanjir, terutama di tengah keterbatasan akses air bersih. Ironisnya, persoalan air bersih di Desa Kuta Simboling bukanlah masalah baru. Warga mengaku telah bertahun-tahun menyuarakan kebutuhan tersebut, namun hingga kini belum ada solusi nyata yang dirasakan.

“Air bersih selalu dijanjikan, tapi sampai sekarang kami masih bergantung pada air sungai yang sudah tercemar,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Minimnya perhatian terhadap persoalan dasar ini membuat warga merasa terpinggirkan dari pembangunan. Di saat wilayah lain mulai pulih pascabanjir, masyarakat Kuta Simboling justru dihadapkan pada ancaman kesehatan dan lingkungan yang terus berulang.

Meski demikian, warga tetap berharap keluhan mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat. Mereka mendesak adanya penanganan eceng gondok secara menyeluruh serta realisasi penyediaan air bersih sebagai hak dasar masyarakat.

Eceng gondok mungkin tumbuh cepat dan menutup permukaan air, namun harapan warga Desa Kuta Simboling untuk mendapatkan keadilan pembangunan dan layanan dasar yang layak hingga kini masih bertahan, meski kian diuji oleh waktu. (sp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *