Jembatan Desa Kuta Simboling Terancam Ambruk Pasca Banjir, Warga Lakukan Penanganan Darurat
Aceh Singkil – Teropong24jam.com // Jembatan penghubung yang melintasi alur Sungai Kuta Simboling, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, berada dalam kondisi memprihatinkan pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Struktur jembatan dilaporkan mengalami pengikisan serius dan terancam ambruk sewaktu-waktu, Kamis (8/6/2026).
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bagian bawah jembatan mengalami abrasi cukup parah akibat derasnya arus banjir. Tanah penyangga jembatan terkikis, sementara badan jembatan tampak menggantung dan kehilangan kestabilan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut untuk aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial. Demi mencegah risiko yang lebih besar, warga bersama Kepala Desa Kuta Simboling terpaksa mengambil langkah darurat.
Dengan peralatan seadanya, mereka mengikat dan memperkuat bagian jembatan yang nyaris runtuh agar masih dapat dilalui, baik oleh pejalan kaki maupun pengendara.
“Ini jelas bukan solusi permanen, tapi kami tidak punya pilihan. Jembatan ini adalah urat nadi masyarakat. Jika putus seluruh aktivitas warga bisa lumpuh,” ujar salah seorang warga.
Warga mengakui bahwa upaya tersebut hanya bersifat sementara. Rasa cemas terus menghantui setiap kali melintasi jembatan, terutama saat debit air sungai kembali meningkat atau hujan turun dengan intensitas tinggi.
Masyarakat Desa Kuta Simboling berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera turun tangan melakukan penanganan serius dan perbaikan permanen. Mereka menilai kondisi jembatan sudah berada pada tahap rawan dan membutuhkan perhatian segera dari instansi lainnya. “Harapan kami sederhana, Pemda Aceh Singkil segera memperbaiki jembatan ini. Jangan menunggu sampai ada korban. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ungkap warga lainnya.
Bagi warga, jembatan bukan sekadar bangunan fisik dari beton dan besi, melainkan penghubung utama kehidupan desa. Ketika jembatan terancam runtuh, yang terganggu bukan hanya infrastruktur, tetapi juga denyut ekonomi, akses pendidikan serta mobilitas sosial masyarakat di sekitarnya. (ilyas)

