Bersih Hanya Seumur Jagung, Pajak Ikan Kota Langsa Kembali Jorok

Langsa-teropong24jam.com

Beberapa bulan belakangan ini, Pajak ikan Kota Langsa kembali terlihat jorok. Padahal pasca dilantiknya Walikota Langsa Jefri S Sentana pada tahun 2025 lalu, Jefri S Sentana sempat membuat kejutan melalui Satpol PP setempat, dengan menggusur pedagang ikan dipajak Langsa , yang lapak jualanya menutupi badan jalan. Para pedagang diharuskan masuk kedalam ruangan pajak, minimal tidak berjualan dibadan jalan.

Kejutan Jefri S Sentana selaku walikota yang baru sangat direspon positif konsumen, karena atas kebijakan penggusuran pedagang ikan itu menjadikan pajak ikan kota Langsa menjadi bersih dan rapi, bahkan dijalan aspal pajak sudah bisa dilalui mobil para ibu-ibu yang hendak berbelanja ikan. 
Namun, dari amatan Tropong24jam.com kebersihan pajak ikan Langsa tersebut hanya seumur jagung. Saat ini pajak ikan tersebut kembali jorok seperti sediakala, walaupun petugas satpol PP kota Langsa terus patroli diseputaran pajak.

Dari observasi Teropong24jam.com pada Sabtu  (2/5) , kondisi pajak  ikan Langsa sangat memprihatinkan. Di jalan aspal pajak tersebut kembali disesaki para pedagang ikan dan tak dapat lagi dilalui mobil. Bahkan dibadan jalan penuh dengan air bekas siraman ikan pedagang yang berwarna hitam dan menimbulkan bau tak sedap. Seorang ibu bernama Rohana ketika berbelanja ikan Sabtu (2/5) terpaksa menggulung celana panjangnya agar tidak kotor terkena air genangan bekas siraman ikan pedagang.
” Saya kalau membeli ikan  harus menggulung celana agar tidak kotor, bahkan bau amisnya lengket ke pakaian” ungkapnya kepada Teropong24jam.com 

Seorang pedagang bernama M.Amin ketika dikonfirmasi menyebutkan, bahwa sangat menyesalkan atas penggusuran pedagang ikan beberapa bulan yang lalu,namun secara perlahan kami para pedagang terpaksa nekat kembali berjualan dijalan, sebab kami tak punya lapak didalam ruangan pajak. ” Demi menafkahi keluarga terpaksa kami memberanikan diri berjualan dipinggir jalan. ” ungkapnya.

Lain halnya ungkapan seorang pedagang yang mengaku bernama Habil, menurutnya solusi untuk kebersihan pajak bukan dengan cara penggusuran. Pihak pemko Langsa setidaknya menyediakan tempat yang layak buat para pedagang, sebab tempat yang ada didalam ruangan pajak sudah penuh, dan terpaksa kami berjualan dipinggir jalan. 
” Demi kebersihan, kami berharap pihak pemko Langsa membuatkan lapak jualan yang layak untuk kami berjualan” ungkapnya. (yo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *