Tragedi Hilangnya Beras Bantuan di Desa Mekar Baru Diduga Terindikasi Konspirasi, Minta APH Lebih Koperatif Mencari Pelakunya dan Usut Tuntas

Batu Bara – Teropong24jam.com // Sebanyak 168 karung beras bantuan pangan Bulog dengan berat masing-masing 10 kilogram dilaporkan hilang dari ruang Kaur Desa Mekar Baru, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara – Sumut. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu (16/9/2026) pagi.

Hilangnya beras bantuan pemerintah untuk warga penerima manfaat itu menimbulkan tanda tanya setelah ditemukan dugaan sejumlah kejanggalan terkait kondisi kantor desa yang menjadi lokasi hilangnya bantuan tersebut.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Mekar Baru berinisial B, dan Sekretaris Desa Mekar Baru berinisial MR mengatakan bahwa beras bantuan dari Bulog tersebut sebelumnya disimpan di dalam ruangan Kaur Desa.

Sekretaris Desa MR mengetahui beras tersebut hilang sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, ia datang ke Kantor Desa dan mendapati pintu kantor masih dalam keadaan terkunci serta tertutup rapat.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui sebanyak 168 karung beras bantuan dari Bulog dengan total berat sekitar 1.680 kilogram telah raib/hilang dari tempat penyimpanan.

Kondisi Jendela dan Kunci Menjadi Pertanyaan?

Dalam pantauan awak media dan tim Forum Wartawan Hukum Tindak Pidana Korupsi (Forwakum Tipikor), ditemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapatkan informasi dan penjelasan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan di lokasi bersama Kepala Desa dan Sekretaris Desa, terlihat kondisi jendela ruangan Kaur Desa yang diduga menjadi akses masuk pelaku tidak menunjukkan kerusakan yang signifikan dan diluar jendela tidak terlihat jejak adanya orang yang melintas di luar jendela.

Selain itu, terali besi pada jendela tersebut memiliki celah yang dinilai sempit. Bagian sisi kanan dan kiri terali juga memiliki bagian yang tajam. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kecil kemungkinan dugaan akses masuk pelaku melalui jendela tersebut.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang atau APH untuk memastikan bagaimana beras bantuan tersebut bisa hilang dari ruang kantor desa.

Informasi mengenai tidak ditemukannya kerusakan pada kunci pintu masuk kantor desa dan jendela ruangan Kaur Desa juga dibenarkan oleh pihak Polsek Labuhan Ruku saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp oleh tim Forwakum Tipikor.

Kades Mekar Baru Siapkan Langkah Hukum

Kepala Desa Mekar Baru berinisial B, menyatakan akan menindaklanjuti kasus hilangnya beras bantuan tersebut secara serius. Ia menegaskan akan mengambil langkah hukum dengan memberikan kuasa kepada Advokat untuk menangani persoalan tersebut, dan meminta kepada wartawan agar jangan dipublikasikan, ucapnya pada hari Kamis, 17/9/2026 sekitar pukul 10.00 wib.

Ironisnya, saat wartawan melakukan konfirmasi Plt. Camat Sei Balai melalui telepon selulernya terkait dugaan hilangnya beras bantuan dari Bulog di Kantor Desa Mekar Baru pada hari Rabu,16/9/2026 yang diketahui pada pagi hari.

Plt. Camat Sei Balai mengatakan, “saya tidak
tau pak, baru ini saya tau dari orang bapak, nanti saya tanyakan kades atau saya turun ke Kantor Desa untuk melihat kebenarannya” ucap Camat pada hari Kamis, 17/9/2026 sekitar pukul 11.00 wib.

Menjadi pertanyaan besar, kenapa bisa oknum Kades tidak ada pemberitahuan kepada Camat Sei Balai sebagai pimpinan diatasnya.

Langkah hukum itu diharapkan dapat membantu mengungkap fakta di balik hilangnya 168 karung beras bantuan Bulog yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat.

Polisi Diminta Usut Tuntas dan Temukan Pelakunya!!

Pihak Polsek Labuhan Ruku saat dikonfirmasi terkait hilangnya beras bantuan dari Bulog di Desa Mekar Baru membenarkan adanya laporan mengenai kehilangan beras bantuan dari Bulog sebanyak 168 karung di Balai Desa Mekar Baru. Keterangan awal yang disampaikan pihak kepolisian menyebutkan bahwa tidak ditemukan kerusakan pada kunci pintu masuk balai desa maupun jendela ruangan Kaur Desa yang diduga menjadi lokasi hilangnya beras.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti penyebab hilangnya beras tersebut, termasuk kemungkinan adanya dugaan pihak yang masuk ke dalam Kantor Desa tanpa merusak pintu atau jendela.

Awak media bersama Tim Forwakum Tipikor berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku dibalik hilangnya beras bantuan dari Bulog tersebut.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *